Tumblr

Wednesday, October 3, 2012

Farel dan Aku

Sebenarnya percakapan ini di tulis dengan bahasa Inggris karena lawan bicaraku di seberang Benua tapi entah kenapa hanya ingin mempost dengan bahasa Indonesia.
I MISS YA BUDDY
"Hai apa kabar? bagaimana kabar kuliah mu?" ucapku ketika dia muncul di Skype.
dia lalu mengetik "Apa yang kamu lakukan malam malam begini? tidur !" jawabnya.
ugh aku memang paling sebal di suruh suruh. apalagi oleh dia, sahabat kecilku yang bodoh.
"Bisa kah kau sedikit ramah?" ucapku.
lalu dia mengetik... "Ah disini sudah hampir pagi. barusan habis tahajud. kamu tidur saja biar nanti pagi pagi buta kamu bisa tahajud" tulisnya.
subhanalloh, memang tidak pernah ada yang menyuruhku tahajud selain anak ini.
"Ah, sudah jadi anak Australia saja sombong sekali. aku hanya ingin tau kabarmu, kapan kau pulang ke Indonesia?" tanyaku.
"Aku baik baik saja ingriiid. belum satu minggu kita bercakap cakap di skype. kau kira aku langsung dapat Kanker otak stadium tiga ?" ketiknya. "Kuliahku baik baik saja griiiiid. tugasku menumpuk bagai gunung Everest. keren ya? hey bagaimana kabar tentang hatimu?"
"Hahaha dasar. kabar tentang hatiku? seperti biasa. mencair lalu dengan cepat membeku lagi." kataku jujur.
"Lalu... kau akan membiarkan hati kamu itu membeku? ingrid, jangan pernah membuat hatimu terlalu beku. sisakanlah beberapa tetes untuk kau didihkan dengan cinta" kata farel. aku tersenyum kecil.
"Kata kata mu mirip Khalil Gibran, terlalu puitis hahaha. aku tau aku bukan yang terbaik. dia berhak mendapatkan yang pantas, pas, cocok dan tidak membuat banyak onar di hubungannya." ucapku.
dia mengetik lama "Kau yakin?" hanya kata itu yang dia kirim.
"Untuk sekarang, yakin sekali. untuk masa depan aku tak tahu. aku bukan tuhan." kataku
"Okeee. sekarang, kau membiarkan dia mencari yang lain..."
"yep" potongku.
"... Lalu bagaimana denganmu?" tanya nya.
aku mengetik lalu ku hapus lagi beberapa kali terjadi akhirnya aku menulis.
"Ta'aruf, itu jalanku." ucapku.
"Ingrid, ini bukan jaman dulu. dan kau hidup di Indonesia. bukan di negri arab sana. Ta'aruf itu bagus, hanya disepelekan. kumohon, coba saja untuk membuka hati" ucapnya. uh aku paling tidak suka jika Farel sudah memohon. lalu dia melanjutkan mengetik...
"dia berhak mendapatkan yang cocok dan lebih baik darimu di kehidupannya. begitu pula kamu!" tulisnya. uh bagus, tanda seru. berarti farel benar benar serius tentang kehidupan hatiku.
"Dengan cara bagaimanaaaa?" tanyaku.
"seperti biasa. kau dekati saja dulu. cara kita adalah tidak bergerak terlalu cepat bagaimana pun itu kan? kau tau itu." tanya Farel.
"Ugh iya, iya aku mengerti..."
"Kau cari orang yang tepat. sabar ingat itu. jika kamu sudah mulai ada yang kurang pas. kau bisa berputar arah. cepat atau lambat aku tak bisa memastikan." katanya.
lalu aku terdiam sejenak. merindukan sekali orang yang sedang bercakap-cakap denganku di dunia maya ini.
"Farel..."
"yaaaa~"
"Kapan kau pulang ke Indonesia? Aku punya seribu cerita yang tak bisa disampaikan lewat tulisan seperti ini. rasanya tidak benar. lagi pula, kau tidak rindu padaku? Aku sendiri rindu"
"Sabar grid, kamu juga belum pernah pulang ke tasik. keluargamu juga rindu padamu. kau juga rindu mereka kan? namun banyak halangan, mereka tidak membiarkanmu pulang ketasik. begitu pula aku. terlalu banyak halangan." katanya. "Aku juga rindu. padamu, pada keluargaku, pada Indonesia."
"Aku benci ini, kenapa kita tidak kecil terus sih? ketika kau dan aku bermain disawah berenang diatas lumpur? berburu layangan hingga lalu tersandung berbarengan? dulu satu satunya masalah kita adalah apa yang akan kita lakukan hari ini? karena kita terlalu bingung untuk memulai permainan dengan apa..."
"tidak seperti sekarang kan?" potong Farel. "Jarak bahkan waktu kita berbeda. hal yang kita lakoni juga sudah berbeda. kau bermain dengan hukum dan aku bermain dengan listrik lalu masalah yang kita hadapi bercabang, antara hati dan logika." katanya lalu meneruskan "Kita dalam tahap pendewasaan grid. kita mulai hidup tanpa orang tua..." sebelum dia meneruskan kupotong ucapannya dengan keluhanku.
"Ugh aku benci kalau kau sudah berkata-kata seperti itu. sejak kau pindah kau rasanya semakin so' bijak." ucapku.
"Hahaha dan kau tetap idiot. sekarang tidurlah. kau akan bertemu denganku. kau rindu aku yang masih berumur 8 tahun atau yang sekarang terserah. aku datang padamu malam ini. kau itu saudaraku, temanku sahabatku dan orang terbodohku. pertalian erat berumur belasan tahun ini tak akan hancur oleh jarak dan waktu sialan ini. kau mengerti grid?" tanya nya.

ugh bagaimana orang yang dulunya takut pada kucing, tidak menyukai twitter atau hal online apapun, payah dalam urusan rumah, selalu kalah jika bermain balap sepeda, dan yang dulunya menganggap bumi itu kotak bisa sebijak dan seloyal ini padaku?

"Fine, I'm going to bed right now. be careful there. good night dude. love ya"
"Go bed sweetie, sweet dream ;)"

dan seketika itu pula, aku tak ingin dia pulang ke Indonesia. aku yang harus pergi darisini menyusulnya.

1 comment: